Postingan

Menanggapi berita kemasyarakatan

 3 Bocah Naik Ojol demi Kenalan Pria di Facebook, Ini Pentingnya Literasi Digital Media Tiga bocah rela naik ojek online dari Semarang demi seorang pria yang baru dikenal di Facebook. Kejadian ini menjadi pertanda sangat pentingnya literasi digital media sosial. Masing-masing bocah itu berinisial IK (16), FS(9), dan RR (4). Mereka berasal dari Grobogan, Jawa Tengah yang tinggal di Perum Sedayu Indah, Mbangetayu Wetan, Genuk, Jawa Tengah. Setelah ditelantarkan oleh pria dari Facebook tersebut, mereka kemudian ditemukan dan diamankan oleh warga Pedukuhan Nglawang, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pentingnya literasi digital pada anak Kejadian tiga bocah asal Jawa Tengah yang rela naik ojol demi menemui pria kenalan di Facebook, mengingatkan kembali akan pentingnya memahami literasi media digital. Dalam bidang teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya.Kemampuan untuk me...

Menanggapi berita kemasyarakatan

 Anak Kecil Bawa Motor adalah Masalah Sosial Video viral di media sosial memperlihatkan bocah yang ditengarai kelas 1 SD sedang berusaha mendirikan sepeda motor yang terjatuh di tengah jalan. Dalam video yang diunggah akun Instagram, indorider150up tersebut terlihat beberapa bocah lain yang berada di lokasi cuek dan tidak membantunya mendirikan motor. Budiyanto, pemerhati masalah transportasi dan hukum, mengatakan, anak di bawah umur dari aspek kejiwaan memiliki sifat yang labil dalam mengendalikan emosi. Anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya bisa membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. “Fenomena anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan sepeda motor ini merupakan suatu problem sosial dan hukum yang perlu mendapatkan perhatian kita bersama,” ujar Budiyanto, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu. Budiyanto mengatakan, fenomena ini merupakan masalah sosial lantaran kejadian tersebut berada di jalan yang digunakan untuk ruang lalu lintas umum...

Menanggapi Berita Kemasyarakatan

 BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial BPJS Kesehatan mendorong program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk semakin dapat dirasakan masyarakat secara luas. Harapannya program ini tidak hanya sebagai program jaminan perlindungan kesehatan, tetapi juga dapat diandalkan sebagai program yang komprehensif. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti menjelaskan, setiap warga Indonesia harus bisa mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa kesulitan keuangan. "Sebab, negara bertanggung jawab untuk mengembangkan sistem jaminan sosial untuk memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu," kata dia dalam acara launching dan bedah buku, Selasa (17/5/2022). Hal tersebut ia tuangkan dalam buku yang berjudul "Menyulam Program JKN Menjadi Andalan dan Kebanggaan Bangsa Indonesia". Dalam tulisannya, ia mengajak pemangku kepentingan untuk dapat menjamin hak warga negara dalam mendapatkan hidup yang sejahtera dan memperoleh pelayanan keseh...

Menanggapi Berita Kemasyarakatan

 Polisi Ungkap Penyebab Kerusuhan di Blora yang Videonya Viral di Media Sosial Video aksi kerusuhan yang terjadi di Desa Prigi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial. Kapolres Blora Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aan Hardiansyah mengatakan, dugaan sementara penyebab kerusuhan tersebut karena mabuk minuman keras. "Untuk penyebabnya hampir secara umum karena minuman keras sehingga proses dangdutan itu hampir terjadi gelut atau perkelahian," ucap Aan saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Blora pada Senin (9/5/2022). Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (7/5/2022) malam lalu juga tidak ada pemberitahuan jauh-jauh hari kepada pihak kepolisian. Pemberitahuan adanya aksi keramaian juga baru dilakukan oleh pihak penyelenggara beberapa jam jelang pergelaran musik dangdut dilangsungkan. "Sebab, informasi awal yang kami terima bahwa dengan sengaja menutupi kegiatan tersebut dan melaporkannya itu mendadak, jadi pelaksanaan malam, informasi dilapork...

Menanggapi berita kemasyarakatan

 Ramai soal Oknum Polisi Tilang Pengendara Motor Rp 2,2 Juta, Ini Kata Kompolnas Kasus oknum polisi yang menilang seorang warga di Bogor Jawa Barat hingga Rp 2,2 juta lantaran spion yang tidak lengkap menyita perhatian publik. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menilai, tindakan oknum polisi yang melakukan pemerasan dan pengancaman demi keuntungan pribadi tersebut memalukan institusi Polri. Menurutnya, oknum polisi tersebut tidak cukup hanya diproses pelanggaran kode etik. Sebab, yang dilakukan terdapat unsur pidananya, yaitu pemerasan disertai pengancaman. Sehingga, yang bersangkutan perlu diperiksa Reserse Kriminal (Reskrim) dan diproses pidana. "Sanksi tegas kepada pelaku perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Yang bersangkutan telah 3 kali melanggar aturan internal ternyata tidak kapok dan tetap melakukan pelanggaran," kata Poengky, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/4/2022). "Saya duga karena hukuman kepadanya belum tegas. Saya...

Menanggapi Berita Kemasyarakatan

 KSP Sebut Pemerintah Terus Perkuat Bantalan Sosial untuk Antisipasi Dampak Inflasi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono mengatakan, tingkat inflasi Indonesia sampai saat ini masih terjaga, yakni sebesar 2,64 persen (yoy) pada Maret 2022. Menurutnya, tingkat inflasi didorong oleh gejolak harga komoditas global, peningkatan kebutuhan pangan strategis pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, serta penyesuaian harga BBM dan elpiji non subsidi. "Menghadapi potensi lonjakan inflasi ke depan, pemerintah menyiapkan skenario penguatan bantalan sosial bagi masyarakat untuk meminimalisasi dampak negatif dari kenaikan harga," ujar Edy dilansir dari siaran pers KSP pada Selasa (19/4/2022). “Selain melanjutkan berbagai skema bantuan sosial, pemerintah juga terus mempertahankan subsidi listrik, BBM, LPG, dan subsidi beberapa komoditi lain, seperti pupuk, kedelai, dan minyak goreng,” jelasnya.Artinya subsidi pemerintah naik dan beban anggaran juga bertambah. Tetapi,...

Menanggapi berita kemasyarakatan

 Peristiwa Pengeroyokan Ade Armando dan Belajar Bijak Bermedia Sosial AKADEMISI Universitas Indonesia, Ade Armando, dikeroyok massa hingga babak belur di tengah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022). Kejadian itu menjadi topik yang trending di Twitter sejak kemarin hingga Selasa ini. Di Google Trends, media mainstream mempublikasikan peristiwa itu. Aplikasi Tiktok juga tak ketinggalan. Di Twitter dan Tiktok, berdasarkan observasi penulis, video Ade Armando dipukul hingga berdarah-darah, serta ditelanjangi beredar bebas. Berbagai komentar muncul, ada yang berempati, menertawai, menyalahkan, hingga komentar negatif lainnya. Media massa mainstream pun ada yang menampilkan video dan foto Ade Armando berdarah-darah, beberapa sudah memblur serta memberikan foto hitam putih terkait kekerasan itu.  Rendahnya tingkat kesopanan warganet Peristiwa yang menimpa Ade Armando mengingatkan saya pada sebuah riset dari Microsoft berjudul “Digital Civilit...