Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Menanggapi berita kemasyarakatan

 Ramai soal Oknum Polisi Tilang Pengendara Motor Rp 2,2 Juta, Ini Kata Kompolnas Kasus oknum polisi yang menilang seorang warga di Bogor Jawa Barat hingga Rp 2,2 juta lantaran spion yang tidak lengkap menyita perhatian publik. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menilai, tindakan oknum polisi yang melakukan pemerasan dan pengancaman demi keuntungan pribadi tersebut memalukan institusi Polri. Menurutnya, oknum polisi tersebut tidak cukup hanya diproses pelanggaran kode etik. Sebab, yang dilakukan terdapat unsur pidananya, yaitu pemerasan disertai pengancaman. Sehingga, yang bersangkutan perlu diperiksa Reserse Kriminal (Reskrim) dan diproses pidana. "Sanksi tegas kepada pelaku perlu dilakukan untuk memberikan efek jera. Yang bersangkutan telah 3 kali melanggar aturan internal ternyata tidak kapok dan tetap melakukan pelanggaran," kata Poengky, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/4/2022). "Saya duga karena hukuman kepadanya belum tegas. Saya...

Menanggapi Berita Kemasyarakatan

 KSP Sebut Pemerintah Terus Perkuat Bantalan Sosial untuk Antisipasi Dampak Inflasi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono mengatakan, tingkat inflasi Indonesia sampai saat ini masih terjaga, yakni sebesar 2,64 persen (yoy) pada Maret 2022. Menurutnya, tingkat inflasi didorong oleh gejolak harga komoditas global, peningkatan kebutuhan pangan strategis pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, serta penyesuaian harga BBM dan elpiji non subsidi. "Menghadapi potensi lonjakan inflasi ke depan, pemerintah menyiapkan skenario penguatan bantalan sosial bagi masyarakat untuk meminimalisasi dampak negatif dari kenaikan harga," ujar Edy dilansir dari siaran pers KSP pada Selasa (19/4/2022). “Selain melanjutkan berbagai skema bantuan sosial, pemerintah juga terus mempertahankan subsidi listrik, BBM, LPG, dan subsidi beberapa komoditi lain, seperti pupuk, kedelai, dan minyak goreng,” jelasnya.Artinya subsidi pemerintah naik dan beban anggaran juga bertambah. Tetapi,...

Menanggapi berita kemasyarakatan

 Peristiwa Pengeroyokan Ade Armando dan Belajar Bijak Bermedia Sosial AKADEMISI Universitas Indonesia, Ade Armando, dikeroyok massa hingga babak belur di tengah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/4/2022). Kejadian itu menjadi topik yang trending di Twitter sejak kemarin hingga Selasa ini. Di Google Trends, media mainstream mempublikasikan peristiwa itu. Aplikasi Tiktok juga tak ketinggalan. Di Twitter dan Tiktok, berdasarkan observasi penulis, video Ade Armando dipukul hingga berdarah-darah, serta ditelanjangi beredar bebas. Berbagai komentar muncul, ada yang berempati, menertawai, menyalahkan, hingga komentar negatif lainnya. Media massa mainstream pun ada yang menampilkan video dan foto Ade Armando berdarah-darah, beberapa sudah memblur serta memberikan foto hitam putih terkait kekerasan itu.  Rendahnya tingkat kesopanan warganet Peristiwa yang menimpa Ade Armando mengingatkan saya pada sebuah riset dari Microsoft berjudul “Digital Civilit...

Menanggapi berita kemasyarakatan

 Cegah Tawuran Antar-remaja di Ciracas, Polisi Akan Pantau Media Sosial Kepolisian Sektor (Polsek) Ciracas, Jakarta Timur, akan memantau media sosial untuk mencegah tawuran antar-remaja saat bulan Ramadhan. Diketahui, belakangan ini para pelaku kerap merencanakan tawuran melalui media sosial. "Fungsi (unit) intel dan reserse kriminal nanti memonitor media sosial yang sering digunakan para pelaku tawuran. Jadi kami lebih awal sudah tahu," kata Kapolsek Ciracas Komisaris Polisi Jupriono kepada wartawan, Senin (4/4/2022). Selain itu, Polsek Ciracas juga rutin berpatroli di wilayah-wilayah rawan tawuran. Kasus terbaru, sebanyak 11 remaja ditangkap ketika hendak tawuran di Jalan Raya PKP, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Senin dini hari tadi. "Semalam di Jalan Raya PKP, Kelapa Dua Wetan, kami mengamankan 11 anak yang hendak melakukan tawuran. Diamankan sebelum tawuran," ujar Jupriono. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku tidak ada yang membawa senjata tajam atau barang berbahay...